Relay Wiring Diagram
- on 01.21.12
- PLC
- No Comments
- Digg
- Del.icio.us
Sequence Diagram
Relay pada umumnya di aplikasikan untuk sequence control yaitu peralatan control yang bekerja secara berurutan. Dalam aplikasi sequence control tersebut relay di wiring sedemikian rupa, rumit dan komplek. Wiring relay dalam sequence control di kenal dengan istilah sequence diagram. Jika belum mengerti tentang relay, baca artikel kami sebelumnya tentang “Basic Relay”
Type Diagram Sequencial
Tipe diagram sequencial itu ada 2 tipe:
- Tipe Horizontal
- Tipe Vertical
1. Tipe Horizontal
Cara menggambar sequence diagram dengan tipe ini adalah sebagai berikut:
- Garis busbar daya berupa garis vertical yang terletak di sebelah kiri dan kanan
- Cara menggambar di mulai dari kiri dan kanan
- Aliran sinyal dari kiri ke kanan
Lihat gambar berikut.

2. Tipe Vertical
Cara menggambar sequence diagram untuk tipe ini berbeda dengan tipe horizontal, yaitu:
- Garis busbar daya berupa garis horizontal yang terletak di atas dan bawah
- Cara menggambar di mulai dari atas ke bawah
- Arah aliran sinyal dari atas ke bawah

Cara menggambar sequence diagram
Untuk menggambar sequence diagram ada 7 step yang di gunakan, yaitu:
- Tentukan tipe sequence diagram yang akan di gunakan. Apakah tipe horizontal atau vertical. Umumnya tipe horizontal yang banyak di gunakan.
- Buatlah garis busbar daya. Jika di pilih tipe horizontal, maka buatlah garis busbar daya vertical dan jika di pilih tipe vertical, maka buatlah garis busbar daya horizontal.
- Tandai garis busbar daya yang telah di buat, Jika sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya AC, maka tandai dengan LN, Jika sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya DC, tandai dengan PN.
- Mulai menggambar dengan menggunakan simbol sequence diagram. Untuk lihat detail simbol diagram, baca artikel kami yang berjudul “PLC Wiring”
- Gambarlah sequence diagram secara lengkap. Jika tipe sequence diagram yang di guanakan tipe horizontal, maka sequence diagram digambarkan seperti tangga dari atas ke bawah. Jika tipe vertical yang di gunakan, maka sequence diagram di gambarkan dari atas ke bawah dan bergerak ke kanan.
- Jika output / coil lebih dari 1 beban, maka harus di susun secara parallel. Tidak di perbolehkan di hubungkan secara seri, karena akan menimbulkan tegangan drop. Jika output hanya 1 beban, maka step ini di abaikan
- Jika sequence diagram selesai di buat, maka tulis komentar di sisi kanan dan alamat di sisi kiri.
Contoh aplikasi
Gambarlah sequence diagram dengan urutan kerja sebagai berikut.
| Input | Output | |||
| SW | PB1 | PB2 | L1 | L2 |
| Off | X | X | Off | Off |
| X | X | Off | Off | Off |
| On | On | On | On | On |
Gunakan Relay 24VDC dan lampu VDC.
Jawaban
Berdasarkan prosedur cara menggambar sequence diagram di atas, maka step by step cara menggambar dari contoh di atas adalah sebagai berikut :
1. Tipe sequence diagram yang akan di gunakan adalah tipe horizontal.
2. Garis busbar daya di gambarkan seperti berikut:

3. Garis busbar daya di tandai dengan PN, karena sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya DC. Lihat gambar berikut.

4. Mulai mengambar sequence diagram menggunakan simbol-simbol sequence diagram sesuai dengan soal di atas. Lihat gambar berikut.
Start penggambaran sequence diagram

Gambar sequence diagram dalam satu baris.

5. Gambar sequence diagram 80% dari soal di atas. gambar lengkapnya akan kami tampilkan di step 6, karena bebannya menggunakan 2 lampu yang kerjanya bersamaan.

6. Beban yang di gunakan ada 2 beban yang kerjanya bersamaan, yaitu lampu 1 dan lampu 2. maka cara mengambarnya sebagai berikut.

7. KOmentar dan alamat untuk gambar sequence diagram di atas adalah sebagai berikut.

























Baiklah sekarang saatnya menyusun komponen dengan memasukkan-nya ke dalam kotak yang ada disamping kanan-nya. Kotak tersebut merupakan ‘Dimension’ atau kotak pembatas dari papan PCB yang akan digunakan. Gunakan perintah ‘Move’ untuk memindahkan setiap komponen. Sebelumnya tekan ‘F6’ pada keyboard untuk menampilkan grid agar mempermudah pekerjaan kita. Atur sedemikian sehingga tampak seperti gambar berikut.
Untuk memutar dan melakukan pencerminan, cara-nya sama seperti kita melakukan-nya pada saat kita membuat skema rangkaian, yaitu dengan menggunakan perintah ‘Rotate’ dan ‘Mirror’. Pada gambar di atas terlihat pada setiap kaki komponen terdapat garis-garis yang menghubungkan setiap kaki-kaki komponen berwarna hijau, garis-garis tersebut dinamakan sebagai ‘Ratsnest’. Untuk me-refresh ratsnest gunakan fitur ‘Ratsnest’ pada EAGLE yang terletak pada toolbar sebelah kiri.
Sekarang saatnya untuk membuat jalur pada PCB, gunakan fitur ‘Route’ untuk membuat jalur pada PCB. Klik-kiri ‘Route’ kemudian pilih layer (lapisan) yang akan digunakan. Karena PCB ini merupakan PCB single layer maka pilih ‘Bottom’ pada layer, layer inilah yang akan digunakan untuk menggambar jalur PCB. Menu untuk memilih layer terdapat pada toolbar bagian atas EAGLE.



Pada gambar PCB di atas tidak terdapat terminal untuk sumber listrik, untuk menambahkan-nya kita harus ke jendela skema rangkaian untuk menambahkan-nya. Untuk berpindah ke jendela skema klik-kiri tombol ‘Schematic’ pada toolbar atas.





Selanjutnya untuk memasukkan komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan cara-nya klik tombol ‘Add’ pada bagian sidebar kiri EAGLE seperti di ilustrasikan pada gambar di sebelah kanan. Kemudian akan muncul jendela ‘ADD’ yang berisikan database komponen-komponen elektronika yang dimiliki oleh EAGLE. Dari sini kita akan memasukkan komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan. Pertama kita akan memasukkan resistor, ketik ‘resistor*’ pada bagian ‘Search’ dan tekan ‘Enter’ pada keyboard. Tanda ‘*’ (bintang) harus disertakan setiap kita akan mencari komponen yang diperlukan pada database.


Ketika akan memindahkan posisi komponen pada skema gunakan fitur ‘Move’ yang diberi ikon ‘+’ dengan tanda panah pada setiap ujungnya. Untuk memindahkan posisi komponen, klik-kiri-kiri tombol ‘Move’ kemudian pilih salah satu dari komponen yang akan dipindahkan pada skema rangkaian.
Fitur ‘Mirror’ digunakan untuk merubah orientasi komponen berdasarkan prinsip pencerminan. Untuk melakukan pencerminan terhadap suatu komponen, klik-kiri tombol ‘ Mirror’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan di cermin-kan pada skema rangkaian. Dengan banyak melakukan latihan anda akan mahir menggunakan fitur ini.
Untuk memutar posisi komponen pada skema rangkaian, digunakan fitur ‘Rotate’ yang disediakan oleh EAGLE. Cara-nya, klik-kiri tombol ‘Rotate’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan diputar orientasi-nya pada skema rangkaian. Fitur ini akan sering digunakan pada saat kita akan membuat suatu skema rangkaian elektronika. Selain menggunakan tombol ‘Rotate’, memutar orientasi komponen dapat juga dilakukan dengan cara ‘klik-kanan’ pada saat komponen pada posisi terpilih.
Setelah posisi semua komponen diatur, langkah selanjutnya adalah menghubungkan kaki-kaki komponen sesuai dengan contoh di bawah. Untuk menghubungkan kaki-kaki komponen digunakan fitur ‘Net’, klik-kiri tombol ‘Net’ yang terdapat pada sidebar EAGLE sebelah kiri. Hubung-kan setiap kaki-kaki komponen sehingga tampak seperti pada gambar di bawah berikut ini.

Sekarang skema rangkaian preamp sederhana telah selesai tetapi masih ada yang kurang yaitu kita belum memasukkan nilai-nilai pada setiap komponen. Untuk melakukan-nya gunakan fitur ‘Value’ yang terdapat pada sidebar kiri EAGLE. Klik tombol ‘Value’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan kita tambahkan nilai-nya, sehingga muncul jendela ‘Value’, kemudian masukkan nilai komponen, contoh ‘10k’ untuk resistor R1. lakukan ini pada setiap komponen elektronika yang belum memiliki nilai.
Pada skema rangkaian di atas nampak sekali bahwa letak keterangan seperti nama komponen dan nilai komponen berantakan, untuk itu kita akan merapikan-nya agar terlihat lebih teratur. Pilih fitur ‘Smash’ pada sidebar kiri EAGLE, kemudian klik-kiri pada setiap
posisi sama dengan seperti kita mengatur posisi komponen seperti dijelaskan sebelumnya. Kemudian sebagai ‘finishing’ ubah nama terminal input dan output yang tadinya bernama ‘PAD1’ dan ‘PAD2’ diubah ke ‘INPUT’ dan ‘OUTPUT’ dengan menggunakan fitur ‘Name’. Cara-nya sama seperti merubah atau menambahkan nilai komponen.
Langkah terakhir, periksa apakah pada skema rangkaian preamp sederhana ini tidak terdapat kesalahan. Cara-nya adalah dengan menggunakan fasilitas Electrical Rule Check (Erc). Fasilitas ini terdapat pada sidebar kiri EAGLE, untuk menggunakannya hanya tinggal klik-kiri tombol ‘Erc’ kemudian akan muncul jendela ‘ERC Errors’.
