Relay Wiring Diagram

Sequence Diagram

Relay pada umumnya di aplikasikan untuk sequence control yaitu peralatan control yang bekerja secara berurutan.  Dalam aplikasi sequence control tersebut relay di wiring sedemikian rupa, rumit dan komplek. Wiring relay dalam sequence control di kenal dengan istilah sequence diagram. Jika belum mengerti tentang relay, baca artikel kami sebelumnya tentang “Basic Relay”

Type Diagram Sequencial

Tipe diagram sequencial itu ada 2 tipe:

  1. Tipe Horizontal
  2. Tipe Vertical

1. Tipe Horizontal

Cara menggambar sequence diagram dengan tipe ini adalah sebagai berikut:

  1. Garis busbar daya berupa garis vertical yang terletak di sebelah kiri dan kanan
  2. Cara menggambar di mulai dari kiri dan kanan
  3. Aliran sinyal dari kiri ke kanan

Lihat gambar berikut.

2. Tipe Vertical

Cara menggambar sequence diagram untuk tipe ini berbeda dengan tipe horizontal, yaitu:

  1. Garis busbar daya berupa garis horizontal yang terletak di atas dan bawah
  2. Cara menggambar di mulai dari atas ke bawah
  3. Arah aliran sinyal dari atas ke bawah

Cara menggambar sequence diagram

Untuk menggambar sequence diagram ada 7 step yang di gunakan, yaitu:

  1. Tentukan tipe sequence diagram yang akan di gunakan. Apakah tipe horizontal atau vertical. Umumnya tipe horizontal yang banyak di gunakan.
  2. Buatlah garis busbar daya. Jika di pilih tipe horizontal, maka buatlah garis busbar daya vertical dan jika di pilih tipe vertical, maka buatlah garis busbar daya horizontal.
  3. Tandai garis busbar  daya yang telah di buat, Jika sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya AC, maka tandai dengan LN, Jika sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya DC, tandai dengan PN.
  4. Mulai menggambar dengan menggunakan simbol sequence diagram. Untuk lihat detail simbol diagram, baca artikel kami yang berjudul “PLC Wiring”
  5. Gambarlah sequence diagram secara lengkap. Jika tipe sequence diagram yang di guanakan tipe horizontal, maka sequence diagram digambarkan seperti tangga dari atas ke bawah. Jika tipe vertical yang di gunakan, maka sequence diagram di gambarkan dari atas ke bawah dan bergerak ke kanan.
  6. Jika output / coil lebih dari 1 beban, maka harus di susun secara parallel. Tidak di perbolehkan di hubungkan secara seri, karena akan menimbulkan tegangan drop. Jika output hanya 1 beban, maka step ini di abaikan
  7. Jika sequence diagram selesai di buat, maka tulis komentar di sisi kanan dan alamat di sisi kiri.

Contoh aplikasi

Gambarlah sequence diagram dengan urutan kerja sebagai berikut.

Input Output
SW PB1 PB2 L1 L2
Off X X Off Off
X X Off Off Off
On On On On On

Gunakan Relay 24VDC dan lampu VDC.

Jawaban

Berdasarkan prosedur cara menggambar sequence diagram di atas, maka step by step cara menggambar dari contoh di atas adalah sebagai berikut :

1. Tipe sequence diagram yang akan di gunakan adalah tipe horizontal.

2. Garis busbar daya di gambarkan seperti berikut:

3. Garis busbar daya di tandai dengan PN, karena sumber daya yang di gunakan adalah sumber daya DC. Lihat gambar berikut.

4. Mulai mengambar sequence diagram menggunakan simbol-simbol sequence diagram sesuai dengan soal di atas. Lihat gambar berikut.

Start penggambaran sequence diagram

Gambar sequence diagram dalam satu baris.

5.  Gambar sequence diagram 80% dari soal di atas. gambar lengkapnya akan kami tampilkan di step 6, karena bebannya menggunakan 2 lampu yang kerjanya bersamaan.

6. Beban yang di gunakan ada 2 beban yang kerjanya bersamaan, yaitu lampu 1 dan lampu 2. maka cara mengambarnya sebagai berikut.

7. KOmentar dan alamat untuk gambar sequence diagram di atas adalah sebagai berikut.

Basic Relay

Pengenalan Relay

Sebelum PLC di temukan Relay merupakan peralatan control logika yang umum di gunakan di perbagai industri, baik otomotif, makanan, miniman dan lainnya. Walaupun saat ini primadona peralatan control dalam industri adalah PLC, Relay tetap memegang peranan penting. Misalnya untuk output module PLC ada yang menggunakan relay untuk mengontrol beban yang terhubung ke output module PLC. Contoh lainnya Relay masih di gunakan untuk pengontrolan sederhana, pertimbangannya karena cost yang murah. Relay di klasifikasikan sebagai peralatan output atau di kenal dengan istilah actuator. Actuator adalah peralatan yang mengkonversi energi listrik menjadi besaran mekanis, gaya, suara dll. Bentuk dan ukuran relay bermacam-2 tergantung dari maker, type dan aplikasinya.

Simbol

Dalam aplikasi relay, relay mempunyai simbol tersendiri yang terdiri dari Coil dan contact. Untuk Contact relay ada 2 macam, yaitu NO (Normally Open) di sebut juga dengan istilah a-contact dan NC (Normally Closed) di sebut juga dengan istilah b-contact. simbol-simbol tersebut di gunakan dalam relay wiring diagram.

1. Simbol Coil Relay

relay-coil1

2. Simbol NO Contact

no-contact

3. Simbol NC Contact

nc-contact1

Prinsip Kerja Relay

Saat coil relay belum mendapatkan sumber tegangan (AC/DC) sesuai dengan spesifikasinya, maka kondisi contact relay tetap tidak ada perubahan. Common contact tetap menempel pada NC contact. lihat gambar berikut.

Saat coil relay mendapatkan sumber tegangan (AC/DC) sesuai dengan spesifikasinya, maka contact relay akan berubah. Common contact relay akan menempel pada NO contact relay. Lihat gambar berikut.

Contoh

Sebuah relay di gunakan untuk menyalakan sebuah lampu. Relay yang di gunakan adalah 24VDC dan lampu juga 24VDC.

Jawab.

1. Wiring diagram dari contoh di atas adalah sebagai berikut.

Penjelasan dari gambar di atas adalah sebagai berikut :

  1. Terminal positif Lampu di hubungkan ke NO contact relay dan  terminal negatif lampu di hubungkan ke sumber tegangan 0VDC.
  2. Terminal positif coil relay di hubungkan dengan dengan salah satu terminal push button (PB), dan terminal PB yang lain di hubungkan ke sumber tegangan 24VDC. sedangakan terminal negatif coil relay di hubungkan ke sumber 0VDC.

Jika Push button di tekan, maka lampu akan menyala, jika push button di lepas maka lampu akan mati.

Dark-Detecting LED Circuit

“Bagaimana membuat LED menyala secara otomatis saat kondisi gelap?” Seperti ditunjukkan pada gambar di atas, prinsip dari rangkaian ini adalah transistor sebagai sakelar.

Aplikasinya sudah bermacam-macam dan banyak digunakan, antara lain; senter, lampu jalan, line follower, solar garden light (lampu taman bertenaga surya) dan sebagainya.

“Apakah anda memiliki INOVASI lain untuk dikembangkan?”

Dalam artikel ini, akan saya tunjukkan bagaimana membuat rangkaian Dark-Detecting LED dengan sangat mudah. Selain LED and battery, kita hanya membutuhkan 3 komponen lain, yang mana harganya sangat murah. You can build it in less than five minutes or less.

What can you do with such an inexpensive light-controlled LED circuit? tentu hal ini akan sangat penting untuk menghemat daya listrik dan pengeluaran anda, karena scara otomatis hanya menyala saat gelap.

Berikut komponen yang kita butuhkan; CR2032 lithium coin cell (3 V). LED bright-red, LTR-4206E phototransistor, 2N3904 transistor, dan 1 k resistor. Phototransistor sebagai sensor cahaya dan kita menggunakan outputnya untuk mengkontrol transistor, yang akan menyalakan LED. Berikut skema rangkaiannya,

Ketika cahaya mengenai phototransistor, akan menghantarkan arus sekitar 1.5 mA, yang tentunya menurunkan tegangan pada sisi bawah dari resistor sebesar 1.5 V, turning off the transistor, which turns off the LED. When it’s dark, the transistor is able to conduct about 15 mA through the LED. So, the circuit uses only about 1/10 dari arus total sehingga LED mati. One thing to note about this circuit: We’re using a red LED. That’s because the voltage drop across the transistor allows less than the full 3 V across the LED.

And now, let’s build it. You can certainly put this together.

First get the transistor and the resistor. The pins of the 2N3904 are called (left-to-right) Emitter, Base, Collector, seperti tampak pada gambar di atas. We’re going to solder the resistor between the leads of the Base and Collector of the transistor.

Stay safe when you do this. “Safety is number one hhehe”

Next, we add the phototransistor. Note that it has a flatted side, much like an LED does. This pin on that side is the collector of the phototransistor. Solder the collector (flatted side) to the middle pin (the base) of the transistor, again at 90 degrees. The other pin of the phototransistor, the emitter, is left unconnected for the moment.Finally, we need to add the LED. Tapi sebelumnya kita perlu tahu sisi positif atau anodanya. Cara yang termdah untuk mengetahuinya dengan mengetes LED pada baterai, when it lights up, note which side is touching the (+) terminal. (biasanya yang lebih panjang ukurannya). Solder the “positive” lead of the LED to  the emitter pins of the transistor. Solder the other pin of the LED (the “negative” pin, or cathode) to the emitter of the phototransistor.

By this point, there are only two pins sticking down below the components: One that goes to the resistor and collector (rightmost pin) of the transistor, and one that goes to the emitter of the phototransistor and to the cathode of the LED.

To test the circuit, squeeze the coin cell between these two terminals, positive side goes to the lead touching the resistor. You can’t see the LED ON because these phototransistors were taken with incandescent lighting. it wouldn’t turn on.

Pada gambar di atas dapat ditunjukkan bahwa LED OFF saat dikenai cahaya dan LED ON saat berada dalam ruangan gelap. It’s so easy right!

Source: www.evilmadscientist.com

Desain PCB dengan Eagle

Tutorial berikut ini merupakan lanjutan dari tutorial sebelumnya “Desain skema rangkaian dengan EAGLE”, yaitu bagaimana mendesain skema tersebut ke dalam bentuk PCB. Untuk skema rangkaian adalah sebagai berikut ini.

skema-rangkaian-elektronika-preamp-sederhana

Kemudian klik-kiri tombol ‘Board’ untuk merubah jendela skema ke jendela PCB.

skema-to-board

Kemudian akan muncul pop-up ‘Warning’ yang menyatakan bahwa skema belum memiliki file ‘Board’ dan menanyakan apakah akan membuat PCB berdasarkan skema yang telah dibuat, klik-kiri ‘Yes’ pada jendela pop-up tersebut.

skema-to-board-warning-window

Klik tombol ‘Yes’, kemudian akan muncul jendela ‘Board’, pada jendela inilah anda akan memulai untuk menggambar PCB. Coba perhatikan pada pojok sebelah kiri bawah, terdapat kumpulan komponen elektronika yang kaki-kakinya saling terhubung. Komponen-komponen tersebut dimuat berdasarkan pada skema yang telah kita buat.

board-window

Sebelum kita menyusun komponen-komponen elektronika tersebut, ada baiknya kita merencanakan PCB ini nanti-nya akan dibuat dalam ‘single layer’, ‘double layer’, atau ‘multi layer’. Pada EAGLE versi gratis hanya menyediakan ‘single dan double layer’ saja dimana pada ‘single layer’ menggunakan PCB dengan satu lapisan tembaga (bawah saja) sedangkan pada ‘double layer’ menggunakan PCB dengan dua lapisan tembaga (atas-bawah). Karena pada tutorial ini akan dibuat rangkaian elektronika sederhana dan tidak memiliki banyak komponen, maka kita pilih ‘single layer’. Yang berarti bagian bawah PCB (yang terdapat tembaga) digunakan sebagai jalur rangkaian, dan bagian atas PCB digunakan sebagai tempat penempatan komponen.

eagle-moveBaiklah sekarang saatnya menyusun komponen dengan memasukkan-nya ke dalam kotak yang ada disamping kanan-nya. Kotak tersebut merupakan ‘Dimension’ atau kotak pembatas dari papan PCB yang akan digunakan. Gunakan perintah ‘Move’ untuk memindahkan setiap komponen. Sebelumnya tekan ‘F6’ pada keyboard untuk menampilkan grid agar mempermudah pekerjaan kita. Atur sedemikian sehingga tampak seperti gambar berikut.

komponen-positioned

eagle-ratsnestUntuk memutar dan melakukan pencerminan, cara-nya sama seperti kita melakukan-nya pada saat kita membuat skema rangkaian, yaitu dengan menggunakan perintah ‘Rotate’ dan ‘Mirror’. Pada gambar di atas terlihat pada setiap kaki komponen terdapat garis-garis yang menghubungkan setiap kaki-kaki komponen berwarna hijau, garis-garis tersebut dinamakan sebagai ‘Ratsnest’. Untuk me-refresh ratsnest gunakan fitur ‘Ratsnest’ pada EAGLE yang terletak pada toolbar sebelah kiri.

eagle-routeSekarang saatnya untuk membuat jalur pada PCB, gunakan fitur ‘Route’ untuk membuat jalur pada PCB. Klik-kiri ‘Route’ kemudian pilih layer (lapisan) yang akan digunakan. Karena PCB ini merupakan PCB single layer maka pilih ‘Bottom’ pada layer, layer inilah yang akan digunakan untuk menggambar jalur PCB. Menu untuk memilih layer terdapat pada toolbar bagian atas EAGLE.

eagle-layer

Untuk memilih lebar jalur PCB yang akan digunakan pilih ‘Width’ pada toolbar bagian atas. Disini saya memilih lebar jalur PCB sebesar 0.05mil.

eagle-width

Untuk memilih jenis sudut (45°, 90°, atau melingkar) pada jalur PCB yang akan dibuat hanya klik-kanan pada saat kita membuat jalur, atau dengan menggunakan fitur ‘Wire bend’ pada toolbar yang muncul ketika kita memilih fungsi ‘Route’.

eagle-wirebend

Setelah proses membuat jalur PCB telah selesai maka hasilnya kurang lebih akan terlihat seperti ini.

komponen-routing

eagle-schematicPada gambar PCB di atas tidak terdapat terminal untuk sumber listrik, untuk menambahkan-nya kita harus ke jendela skema rangkaian untuk menambahkan-nya. Untuk berpindah ke jendela skema klik-kiri tombol ‘Schematic’ pada toolbar atas.

Lalu akan muncul jendela Schematic dimana terdapat rangkaian elektronika yang telah kita buat PCB-nya. Tambahkan ‘Wirepad’ dari library EAGLE atau kita dapat menduplikasi dari terminal ‘INPUT’ atau ‘OUTPUT’ dengan fitur ‘Copy”. Sambungkan salah satu terminal ke ‘Supply’ (12V) dan terminal yang lain ke ‘Ground’ (GND), kemudian ubah nama masing-masing terminal menjadi ‘12VDC’ untuk yang terhubung dengan ‘Supply’ dan ‘GND’ untuk yang terhubung dengan ‘Ground’.

schematic-terminal-added

Setelah itu kita beralih lagi jendela ‘Board’, disana sudah terdapat dua terminal yang kita tambahkan pada jendela skema.

board-terminal-added

Pindahkan kedua terminal pada posisi yang di-inginkan kemudian buat ‘Route’ pada masing-masing terminal. Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan kotak ‘Dimension’ dengan fitur ‘Move’, kemudian merapikan posisi tulisan pada masing-masing komponen dengan fitur ‘Smash’.

board-dimension-rearrange

Langkah terakhir dan wajib dilakukan adalah melakukan pemeriksaan terhadap PCB yang telah kita buat dengan menggunakan fitur ‘Erc’ dan ‘Drc’. Dari pemeriksaan menggunakan ‘Erc’ terdapat empat peringatan (warning) pada komponen 12VDC, GND, INPUT, dan OUTPUT karena tidak memiliki nilai komponen. Dikarenakan komponen-komponen tersebut merupakan terminal yang memang tidak memiliki nilai, maka kita dapat mengabaikan pesan peringatan ini.

erc-window

Selesai sudah PCB yang kita gambar menggunakan EAGLE dan gambar PCB ini siap untuk dicetak.

thanks - source : Ilmu Elektronika

Desain skema rangkaian dengan EAGLE

Pada tutorial ini akan dibahas mengenai bagaimana menggambar skema rangkaian elektronika menggunakan software EAGLE. Sebenarnya, banyak software lain yang dapat digunakan untuk membuat skema rangkaian elektronika seperti Altium, Protel, orCAD, PCB designer dsb.

Mengapa menggunakan EAGLE? Pertama, EAGLE memiliki versi gratis (Freeware License). Kedua, memiliki database komponen elektronika yang sangat lengkap. Terakhir dan yang terpenting, EAGLE sangat mudah untuk dipelajari.

Untuk mempelajari membuat skema rangkaian elektronika menggunakan EAGLE, pada tutorial ini akan diberikan contoh bagaimana membuat sebuah skema rangkaian preamp sederhana, seperti diperlihatkan pada gambar berikut ini.

skema-rangkaian-elektronika-preamp-sederhana

Untuk memulai-nya, jalankan aplikasi EAGLE dan kemudian klik-kiri ‘File’ dan kemudian pilih ‘New > Schematic’ maka akan muncul jendela Schematic seperti gambar di bawah ini.

eagle-window-grid-off

Untuk mempermudah dalam pembuatan skema rangkaian, kita dapat menampilkan ‘Grid’ dengan menekan tombol ‘F6’ pada keyboard.

eagle-window-grid-on

eagle-add-partSelanjutnya untuk memasukkan komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan cara-nya klik tombol ‘Add’ pada bagian sidebar kiri EAGLE seperti di ilustrasikan pada gambar di sebelah kanan. Kemudian akan muncul jendela ‘ADD’ yang berisikan database komponen-komponen elektronika yang dimiliki oleh EAGLE. Dari sini kita akan memasukkan komponen-komponen elektronika yang dibutuhkan. Pertama kita akan memasukkan resistor, ketik ‘resistor*’ pada bagian ‘Search’ dan tekan ‘Enter’ pada keyboard. Tanda ‘*’ (bintang) harus disertakan setiap kita akan mencari komponen yang diperlukan pada database.

eagle-add-part-window

Setelah itu muncul daftar komponen yang memiliki unsur resistor, cari database dengan nama ‘resistor’ klik-kiri tanda ’+’ dan pilih ‘R-EU_’. ‘R-EU_’ berisikan simbol resistor untuk gaya Eropa. Kemudian pilih salah satu jenis simbol resistor yang akan digunakan, disini saya memilih ‘R-EU_0207/10’ dan klik-kiri ‘OK’. Dengan melihat pada bagian sebelah kanan terdapat keterangan bahwa resistor ini memiliki grid 10mm, artinya resistor tersebut akan memiliki jarak antara kedua kakinya sebesar 10mm dan ini akan digunakan pada saat kita akan membuat PCB. Masukkan sebanyak tiga resistor seperti yang dibutuhkan pada skema rangkaian preamp. Kemudian selanjutnya kita akan menambahkan komponen-komponen elektronika lainnya dengan cara yang sama.

eagle-components-added-window

Kemudian susun komponen-komponen elektronika sehingga tampak seperti gambar berikut ini.

eagle-components-postioned-window

Untuk mengatur posisi dan orientasi masing-masing komponen dapat dilakukan dengan menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh EAGLE pada bagian sidebar sebelah kiri. Berikut ini merupakan penjelasan tiga fungsi dasar dari fitur-fitur tersebut.

Move

eagle-moveKetika akan memindahkan posisi komponen pada skema gunakan fitur ‘Move’ yang diberi ikon ‘+’ dengan tanda panah pada setiap ujungnya. Untuk memindahkan posisi komponen, klik-kiri-kiri tombol ‘Move’ kemudian pilih salah satu dari komponen yang akan dipindahkan pada skema rangkaian.

Mirror

eagle-mirrorFitur ‘Mirror’ digunakan untuk merubah orientasi komponen berdasarkan prinsip pencerminan. Untuk melakukan pencerminan terhadap suatu komponen, klik-kiri tombol ‘ Mirror’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan di cermin-kan pada skema rangkaian. Dengan banyak melakukan latihan anda akan mahir menggunakan fitur ini.

Rotate

eagle-rotateUntuk memutar posisi komponen pada skema rangkaian, digunakan fitur ‘Rotate’ yang disediakan oleh EAGLE. Cara-nya, klik-kiri tombol ‘Rotate’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan diputar orientasi-nya pada skema rangkaian. Fitur ini akan sering digunakan pada saat kita akan membuat suatu skema rangkaian elektronika. Selain menggunakan tombol ‘Rotate’, memutar orientasi komponen dapat juga dilakukan dengan cara ‘klik-kanan’ pada saat komponen pada posisi terpilih.

eagle-netSetelah posisi semua komponen diatur, langkah selanjutnya adalah menghubungkan kaki-kaki komponen sesuai dengan contoh di bawah. Untuk menghubungkan kaki-kaki komponen digunakan fitur ‘Net’, klik-kiri tombol ‘Net’ yang terdapat pada sidebar EAGLE sebelah kiri. Hubung-kan setiap kaki-kaki komponen sehingga tampak seperti pada gambar di bawah berikut ini.

eagle-components-connected-window

Setelah kita menghubungkan semua kaki-kaki komponen seperti di atas, langkah selanjutnya adalah menambahkan sumber tegangan dan terminal ‘input’ dan ‘output’. Cara-nya sama seperti kita menambahkan komponen elektronika melalui fitur ‘Add’ kemudian cari database dengan nama ‘Supply’. Disana terdapat banyak sekali jenis-jenis simbol sumber tegangan. Sedangkan untuk terminal ‘input’ dan ‘output’ cari database dengan nama ‘Wirepad’. Setelah semua simbol-simbol tersebut di tambahkan lalu sambungkan dengan ‘Net’.

eagle-all-components-connected-window

eagle-valueSekarang skema rangkaian preamp sederhana telah selesai tetapi masih ada yang kurang yaitu kita belum memasukkan nilai-nilai pada setiap komponen. Untuk melakukan-nya gunakan fitur ‘Value’ yang terdapat pada sidebar kiri EAGLE. Klik tombol ‘Value’ kemudian pilih salah satu komponen yang akan kita tambahkan nilai-nya, sehingga muncul jendela ‘Value’, kemudian masukkan nilai komponen, contoh ‘10k’ untuk resistor R1. lakukan ini pada setiap komponen elektronika yang belum memiliki nilai.

eagle-component-value-added-window

eagle-smashPada skema rangkaian di atas nampak sekali bahwa letak keterangan seperti nama komponen dan nilai komponen berantakan, untuk itu kita akan merapikan-nya agar terlihat lebih teratur. Pilih fitur ‘Smash’ pada sidebar kiri EAGLE, kemudian klik-kiri pada setiap eagle-movekomponen sehingga muncul tanda ‘+’ pada setiap keterangan nama dan keterangan nilai. Untuk mengatur-nya pilih fitur ‘Move’ dan atur posisi-nya sesuai dengan keinginan. Pengaturan eagle-nameposisi sama dengan seperti kita mengatur posisi komponen seperti dijelaskan sebelumnya. Kemudian sebagai ‘finishing’ ubah nama terminal input dan output yang tadinya bernama ‘PAD1’ dan ‘PAD2’ diubah ke ‘INPUT’ dan ‘OUTPUT’ dengan menggunakan fitur ‘Name’. Cara-nya sama seperti merubah atau menambahkan nilai komponen.

eagle-corrected-window

eagle-ercLangkah terakhir, periksa apakah pada skema rangkaian preamp sederhana ini tidak terdapat kesalahan. Cara-nya adalah dengan menggunakan fasilitas Electrical Rule Check (Erc). Fasilitas ini terdapat pada sidebar kiri EAGLE, untuk menggunakannya hanya tinggal klik-kiri tombol ‘Erc’ kemudian akan muncul jendela ‘ERC Errors’.

eagle-erc-window

Hasil dari pemeriksaan ‘Erc’ didapati dua ‘Warning’ yaitu terdapat pada ‘Part INPUT’ dan ‘Part VALUE’ yang menerangkan bahwa komponen ‘INPUT’ dan komponen ‘OUTPUT’ tidak memiliki nilai. Karena ‘INPUT’ dan ’OUTPUT’ merupakan terminal jadi memang tidak memiliki nilai jadi pesan ‘Warning’ ini dapat kita abaikan atau jika ingin menghilangkan-nya, tinggal di-Approve saja. Dan selesai-lah sudah proses pembuatan skema elektronika preamp sederhana menggunakan EAGLE ini.

Thanks - source : Ilmu Elektronika