Apakah PLC itu ?
PLC adalah miniatur komputer industri yang terdiri dari hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu, seperti sekuensial, logika, aritmatika, dll. untuk mengendalikan berbagai jenis mesin ataupun proses . Berikut adalah contoh PLC unit Q series Mitsubishi.

Dimanakah PLC itu di gunakan?
1. Applikasi PLC untuk high speed feeder
2. Applikasi PLC untuk material handling
3. Applikasi PLC untuk pelabelan produk
Piranti Penyusun PLC
Seperti apa yang di jelaskan di atas, bahwa PLC merupakan miniatur komputer, maka piranti penyusun PLC secara garis besar adalah sama dengan komputer.
I. CPU
CPU merupakan otak PLC. Program yang tersimpan dalam memori PLC di panggil dan di proses oleh CPU. proses ini di sebut sebagai menjalankan program. CPU PLC biasanya terdiri dari processor, memory card dan power supply unit. processor berfungsi untuk mengontrol segala proses PLC, baik dalam hal pengontrolan internal PLC, maupun untuk komunikasi dengan peralatan di luar PLC. CPU PLC mempunyai kecepatan proses yang sangat cepat, kecepatannya tergantung dari tipe dan merk PLC itu sendiri. Conrtoh CPU PLC seperti berikut ini.

1. Memory card
Mengapa PLC butuh memory card? PLC membutuhkan tempat untuk menyimpan user program, tempat penyimpanan user program tersebut di sebut memory card. umumnya memory card PLC terdapat dua jenis memory di dalamnya, yaitu RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). RAM biasanya di pasang build in pada PLC, sedangkan ROM biasanya berupa memori tambahan (Option). RAM merupakan memori yang bisa di baca dan di tulis. Jenis memori ini membutuhkan power supply external untuk mempertahan data yang tersimpan di dalamnya. Jika power supplynya yang terhubung ke memori ini putus, maka data pada memori ini akan hilang. memory ekstenal tersebut biasanya berupa battery back-up yang umumnya sudah di siapkan oleh maker pembuat PLC tersebut. Untuk memori ROM terdapat 2 tipe, yaitu EPROM dan EEPROM. EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory). EPROM setelah di isi data, maka tidak bisa di tulis ulang seperti halnya RAM. Untuk menhapus data dalam EPROM membutuhkan sinar ultra violet yang pekat. EPROM tidak butuh power supply eksternal, karena data tidak akan hilang meskipun tidak mendapat power supply. Untuk EEPROM (Electronically Erasable Programmable Read Only Memory) cara kerjasanya sama dengan EPROM, hanya saja untuk menhapusnya menggunakan sinyal listrik, tidak menggunakan sinar ultra violet.
2. PSU (Power Supply Unit)

Sesuai dengan namanya PSU merupakan power supply yang di gunakan untuk mensupply daya pada PLC. umumnya tipe PSU yang di gunakan pada setiap PLC di sesuaikan dengan kebutuhan daya pada CPU PLC. Untuk PLC tipe compact biasanya PSUnya sudah menyatu dengan CPU PLC, sedangkan untuk PLC tipe Rak, modul PSU terpisah.
Point Penting : PSU hanya mensupply daya untuk CPU PLC saja, tidak untuk mensupply daya untuk I/O Module PLC. Mengapa demikian? PSU PLC besar dayanya hanya sebesar kebutuhan daya CPU PLC saja.
3. I/O Module
Module ini adalah modul antar muka (interface) antara CPU PLC dengan peralatan input-output (I/O device), seperti Limit switch, Proximity switch, area sensor, flow sensor, relay, motor, lampu, led, sevent segment, dll. I/O module menurut jenisnya ada 2 macam yaitu :
- I/O module digital
- I/O module analog
Sedangkan menurut fungsinya juda ada 2 macam, yaitu :
- Input module
- Output module
I/O module digital adalah I/O module yang digunakan untuk antar muka dengan peralatan Input output yang bekerja hanya dalam 2 kondisi saja, yaitu kondisi on dan kondisi off saja. dimana kondisi off dalam sistem bilangan biner di kenal dengan NOL (0). sedangkan kondisi on dengan SATU (0). Untuk I/O module analog di gunakan untuk antar muka dengan peralatan input output yang menghasilkan sinyal analog. sinyal analog yang di gunakan bisa antara 0V s/d +5V, -5V s/d +5V, 0V s/d 12V, -12V s/d +12V. Contoh I/O module seperti gambar berikut ini.

Input Module

Input Module di gunakan untuk antar muka dengan peralatan input, seperti swith, push button dan lainnya. sinyal-2 inputan di kumpulkan di module ini, lalu di lewatkan ke CPU. perubahan sinyal pada peralatan input yang terhubung ke PLC, dibaca dari input module ini. mengapa PLC tidak langsung bisa di hubungkan ke peralatan input? peralatan input bermacam-2 spesifikasinya, ada yang AC, juga ada yang DC. sedangkan sinyal masukan yang di butuhkan oleh CPU PLC hanya berupa sinyal digital 5VDC saja. Sehingga dengan adanya input module, sinyal masukan AC maupun DC di konversi menjadi sinyal digital 5VDC. Ingat yang kita diskusikan di sini adalah input module digital. Input module PLC tersedia bermacam-2, ada yang DC, juga ada yang AC. Kita bisa memilih sesuai dengan yang kita inginkan dalam aplikasi. Pada input module terdapat opto-isolator yang bisa mencegah CPU dari sinyal kejut / lebih dari peralatn input yang terhubung ke input module PLC.
Output Module

Output module fungsinya berkebalikan dengan input module. Output module menampung sinyal keluaran yang di kirim dari CPU untuk di lewatkan ke peralatan output. Ingat sinyal keluaran dari CPU PLC berupa sinyal digital 5VDC, sedangkan peralatan output spesifikasinya berbeda-2 ada yang AC, juga ada yang DC, jadi sebelum di lewatkan ke peralatan output, sinyal keluaran ini di olah oleh output module agar sinyal keluaran bisa AC atau DC, tergantung dari tipe output module yang digunakan. biasanya output module tersedia ada yang AC, juga ada yang DC. ada yang menggunakan relay, ada juga yang menggunakan transistor. Relay atau transistor di gunakan untuk berhubungan dengan beban yang terhubung ke output module PLC. biasanya pada output module terdapat opto isolator yang mencegah terjadinya gangguan yang bisa menyebabkan CPU rusak.
II. Software module (Modul Perangkat lunak)
Setiap PLC sudah di lengkapi dengan software pendukungnya. misalnya Mitsubishi soiftwarenya berupa GX Developer, Omron softwarenya berup CX programmer dan lain sebagainya. Software ini di gunakan untuk pembuatan user program, di samping itu juga software ini di gunakan untuk memonitor, PLC diagnostic, back-up user program dan lainnya.
Contoh tampilan window dari software PLC Mitsubishi seperti dibawah ini.

Ladder diagram
Ladder diagram adalah user program, yaitu program yang di rancang oleh programmer PLC untuk mendesign otomatisasi. Bentuk pemograman ini berupa diagram garis melintang ke kanan dan ke bawah, layaknya digram kontrol relay. Program ini bisa di buat di window software module PLC. Misalnya untuk mendesign ladder diagram PLC mitsubishi, maka harus meng-install terlebih dahulu software GX Developer, setelah itu pembuatan ladder diagram baru bisa di lakukan. Nanti kan di bahas lebih detail bagaimana cara menggunakannya. Gambaran awal dari ladder diagram bisa anda lihat di gambar berikut ini.

Statement Device List
Statement Device List adalah program PLC yang instruksinya mirip pemograman assembler. pemograman ini jarang di gunakan. biasanya di gunakan saat modifikasi program dalam skala perubahan kecil saja. untuk perubahan dalam skala besar hal ini cukup rumit di lakukan karena perlu ke-hatian-2 yang ekstra. Jika kita membuat program menggunakan ladder diagarm, maka secara otomatis statement device list akan terbentuk dan kita bisa melihat hasilnya. Lihat contoh berikut ini.

Bagaimanakah PLC itu bekerja?
Untuk memahami prinsip kerja PLC, maka perhatikan gambar berikut ini.

Prinsip kerja PLC ada 3 point, yaitu :
- Memonitor kondisi input
- Mengeksekusi program
- Merubah kondisi output
3 point tersebut di sebut PLC scan cycle yaitu siklus scan PLC. Lihat gambar berikut :

Detail penjelasan dari prinsip kerja PLC adalah sebagai berikut:
- PLC siap membaca sinyal masukan dari input module yang terhubung ke peralatan input (input device), baik terhubung secara paralel maupun serial, tergantung dari tipe input module dan sinyal masukan yang di gunakan.
- Jika CPU mendeteksi adanya sinyal masukan yang di kirimkan lewat input modul, maka CPU akan mengeksekusi program yang telah di simpan dalam memori PLC.
- Apabila program yang tersimpan dalam memori memerintahkan untuk mengaktifkan peralatan output, maka PLC akan mengirimkan sinyal keluaran melalui bus-bus prosessor CPU yang telah terhubung ke output modul. Informasi yang di terima oleh output modul, di lanjutkan ke peralatan output, sehigga menyebabkan peralatan output bekerja sesuai dengan yang di inginkan oleh program PLC.
- PLC akan selalu mengulangi step no.02 s/d no.04 dan akan berhenti jika PLC di matikan.
Sumber : www.zanexio.com